Berau Saatnya Miliki Universitas

Bupati Berau Makmur HAPK (Helda Mildiana/ANTARA)

Insya Allah, kami akan bangun universitas negeri sebagai kenang-kenangan sebelum masa jabatan saya dengan Pak Rifai (Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai) berakhir,"
Berita Terkait
Tanjung Redeb (ANTARA Kaltim) - Kabupaten Berau Kalimantan Timur sudah saatnya memiliki universitas negeri guna mendukung berbagai program pembangunan, khususnya bidang pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia.

"Hal itu sebenarnya sudah lama diwacanakan dan saya berjanji agar impian masyarakat Berau segera terealisasi," ujar Bupati Berau Makmur HAPK di Tanjung Redeb, Jumat.

Pembangunan universitas negeri tersebut sudah sejak lama diwacanakan.

Makmur berjanji akan merealisasikan pembangunan universitas negeri itu sebelum masa jabatannya sebagai Bupati Berau berakhir pada 2015.

"Insya Allah, kami akan bangun universitas negeri sebagai kenang-kenangan sebelum masa jabatan saya dengan Pak Rifai (Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai) berakhir," katanya menegaskan.

Apalagi di daerah ini setiap tahunnya jumlah siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) sederajat yang lulus lebih kurang 1.000 orang, dan kebanyakan lebih memilih melanjutkan pendidikannya di beberapa sekolah tinggi di daerah ini, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper).

Makmur telah meminta bantuan beberapa tokoh pendidikan di daerah ini untuk mewujudkan pembangunan universitas negeri. Bahkan wacana tersebut, kata Makmur, sudah dalam persiapan.

"Hanya tinggal menunggu kesiapan dari pengelola sekolah tinggi di daerah ini untuk bergabung menjadi sebuah universitas negeri. Dengan menyandang status universitas negeri," lanjut Makmur.

Akan banyak nilai positif yang didapat, pendanaan misalnya, kata dia, jelas mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Sedangkan jika sekolah tinggi yang dikelola oleh yayasan tidak mendapat alokasi anggaran dari pemerintah.

"Apalagi dari pemerintah daerah, karena sekarang ada peraturan yang melarang pemerintah daerah memberi hibah berturut-turut kepada yayasan," kata Makmur.

Nantinya, kata dia, semua fakultas akan diakomodir sesuai kebutuhan daerah meskipun diprioritaskan kepada bidang perikanan dan kelautan, yakni salah satu potensi Berau yang sampai kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia menilai bahwa keberadaaran universitas terkait langsung dengan program peningkatan sumber daya manusia yang selama ini menjadi persoalan di "Kabupaten Batiwakal" itu. (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar