Awang: Abdi Masyarakat  Harus Tertib Bayar Pajak

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub Kaltim H Farid Wadjdy memasukkan SPT PPh-OH. (Johan/Humas Pemprov Kaltim)

Bila perlu umumkan di koran jika ada perusahaan yang menunggak pajak agar timbul efek jera, kalau namanya terpampang di koran mereka pasti malu
Berita Terkait
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub H Farid Wadjdy menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh-OP) tahun 2012. Penyerahan SPT PPh ini, sekaligus menandai dimulainya Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh-OP Tahun Pajak 2012.

"Penyampaian SPT PPh ini menjadi cerminan ketaatan dan kepatuhan saya sebagai Abdi Masyarakat  untuk membayar pajak," kata Gubernur Awang  Faroek ketika  menyampaikan SPT  dan PPh tahun 2012 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (15/3).

Pada kesempatan itu, Awang juga  mengimbau kepada seluruh jajaran pimpinan lembaga pemerintah, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, para Tokoh dan pemuka masyarakat, para pengusaha dan lainnya untuk dapat memberikan keteladanan dengan cara membayar pajak sebelum jatuh tempo atau batas akhir yang ditentukan. Kepatuhan dan keteladanan  membayar pajak akan menjadi pendorong bagi seluruh masyarakat untuk sadar dan peduli terhadap  pajak.   

"Saya juga berharap semua pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim menjadi teladan sadar membayar pajak sebelum masa jatuh tempo maupun saat jatuh tempo pembayaran pajak," ujarnya.  

Menurutnya, PPh ini berpengaruh langsung terhadap besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karenanya pemerintah terus mengupayakan peningkatan pungutan PPh. Peningkatan  perolehan PPh secara otomatis akan meningkatkan penerimaan daerah.

"Kalau  PAD kita semakin besar tentu pengaruhnya sangat  signifikan terhadap pembiayaan pembangunan. Kita tidak perlu lagi dipusingkan mencari dukungan pendanaan untuk percepatan proyek-proyek pembangunan yang tengah kita kerjakan saat ini," ujarnya.

Gubernur mengajak seluruh jajaran Kanwil Ditjen Pajak Kaltim meningkatkan kinerja perolehan pajak dengan terus membangun kesadaran masyarakat dan  mendorong para pelaku usaha atau pemilik perusahaan untuk sadar membayar pajak.   

"Bila perlu umumkan di koran jika ada perusahaan yang menunggak pajak agar timbul efek jera, kalau namanya terpampang di koran mereka pasti malu," saran gubernur.

Selain itu, Awang juga bersyukur karena penerimaan pada Kanwil Ditjen Pajak  terus meningkat. Realisasi pajak yang dihimpun pada 2011 Rp13,098 triliun dan di tahun 2012 sebesar Rp12,59 triliun dan pada 2013 ditargetkan Rp16,71 triliun atau meningkat 32%. Peningkatan ini diharapkan diperoleh dari sektor utama yakni, sektor  pertambangan, konstruksi, perdagangan dan properti.

"Jika perolehan target penerimaan pajak meningkat, maka secara otomatis, bagian penerimaan daerah meningkat. Karena itu, saya mengharapkan  kepada masyarakat Wajib Pajak (WP) dapat mematuhi kewajibannya," harapnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Ditjen Pajak Kaltim, M Isnaini  mengatakan, Pekan Panutan Penyampaian SPT PPh orang pribadi ini,  merupakan agenda tahunan Ditjen Pajak Kaltim. Kegiatan ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.

"Keterlibatan gubernur dan semua pejabat di lingkungan Pemprov dalam kegiatan ini diharapkan menjadi pembelajaran sekaligus panutan masyarakat bahwa  membayar pajak tepat waktu merupakan kewajiban seluruh masyarakat dan kegiatan ini juga lain dari biasanya karena acara digelar di ruang Ruhui Rahyu Kantor Gubernur Kaltim,"  tandasnya.

Dijelaskan, besarnya target  penerimaan pajak yang diamanatkan Ditjen Pajak  jumlahnya setiap tahun semakin bertambah dari tahun ke tahun untuk mengisi kantong APBN.   Pada 2012  rencana  penerimaan pajak secara nasional mencapai Rp885,03 trilliun dan untuk 2013 ditargetkan meningkat 17,77 persen atau menjadi Rp 1042,29 trilliun. Dari jumlah tersebut  yang menjadi rencana  penerimaan pajak  di Kaltim  untuk tahun  ini Rp 16,7 triliun. Jika dilihat dari total nasional  hanya sekitar 1,6 persen, namun demikian  angka tersebut  merupakan penerimaan terbesar  di luar pulau  Jawa.

"Angka tersebut juga mensyaratkan bahwa pemerintah pusat  yakin  Kaltim dapat tumbuh pada sektor penerimaan pajak hingga 32,70 persen," ujarnya.

Acara ini juga dihadiri Wagub H Farid Wadjdy dan pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim. (Humas Pmprov Kaltim/sar/adv).

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar