Nunukan (ANTARA Kaltim) - Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Distamben dan SDM) Kabupaten Nunukan Kaltim dengan aparat kepolisian berkomitmen untuk memberantas penjualan bensin eceran di wilayah itu.

Kepala Distamben dan SDM Kabupaten Nunukan, Abdul Azis Muhammadiyah pada pertemuan dengan sopir angkutan kota (angkot), Selasa (16/4), mengajak aparat dari Polres Nunukan soal kesungguhannya menertibkan penjual bensin eceran yang diprotes sopir angkot tersebut.

"Kalau memang mau memberantas penjual bensin eceran (botolan) itu semua pihak yang terkait seperti kepolisian supaya komitmen untuk memberantasnya," ujarnya dalam pertemuan yang dihadiri Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Suparno, Sekdakab Nunukan, Drs Tommy Harun dan sejumlah instansi lainnya.

Selama ini, kata dia, telah dibentuk suatu tim pemberantasan BBM subsidi eceran tetapi implementasinya di lapangan sangat mengecewakan karena buktinya sampai sekarang penjual BBM eceran semakin marak.

"Makanya kalau bensin eceran itu mau diberantas, dibutuhkan keseriusan aparat kepolisian termasuk Satpol PP," tegas Abdul Azis.

Selama ini, Distamben dan SDM Kabupaten Nunukan menduga kegagalan tim pemberantasan penjual bensin eceran karena oknum aparat sendiri yang menbekingi sehingga setiap akan dilakukan penertiban selalu tidak menemukan barang bukti.

Sementara apabila tidak dilakukan penertiban, penjualan bensin botolan kembali marak dan sepertinya sangat terorganisir.

Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Suparno pada tempat yang sama mengatakan, aparat kepolisian tetap berkomitmen dalam pemberantasan penjualan bensin eceran (botolan) dan lain-lainnya sebagai bentuk penegakan aturan dan perundang-undangan.

Hanya saja dia meminta agar apa yang akan dilakukan tersebut perlu dipertimbangkan matang-matang berhubung berkaitan dengan perkeonomian masyarakat jangan sampai dapat mengundang konflik sosial.

Sebagai aparat hukum, kata dia, tetap berpegang pada penegakan aturan sepanjang tidak menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat.

Sebab selama tiga bulan bertugas di Kabupaten Nunukan, Suparno mengatakan telah banyak mendapatkan informasi tentang kondisi kehidupan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pendapatan ekonominya.

Sementara dengan menjual bensin eceran termasuk salah satu aktivitas masyarakat setempat dalam meningkatkan kehidupannya sehingga apabila akan dilakukan penertiban seyogyanya dilakukan tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak dikehendaki.

Ia mencontohkan, bisa jadi ibu-ibu tyang menjual bensin eceran itu adalah bagian dari keluarga sopir atau lainnya.

"Bisa jadi, ibu-ibu yang menjuakl bensin eceran borolan itu adalah istri diantara sopir itu sendiri," katanya. (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar