Prajurit Yonif 407/PK Tinggalkan Nunukan

Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Gadang Pambudi (kiri) sebagai Dankolapops Satgas Pamtas RI-Malaysia, memeriksa prajurit Batalyon Infantri 407/Padma Kusuma pada pelepasan pasukan pengamanan perbatasan di Markas Komando Taktis Satgas Pamtas, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (20/5

Insya Allah sore hari ini (20/5), kami tinggalkan Nunukan menuju Semarang (Jateng),"
Berita Terkait
Nunukan (ANTARA Kaltim) - Prajurit Batalyon Infantri 407/Padma Kusuma TNI AD yang telah mengakhiri tugas menjaga wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Timur, meninggalkan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menuju Semarang Jateng, Senin sore.

"Insya Allah sore hari ini (20/5), kami tinggalkan Nunukan menuju Semarang (Jateng)," kata Komandan Yonif 407/PK Letkol Inf Ari Aryanto di Nunukan, Senin.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tempat para prajuritnya menjaga pos perbatasan selama kurang lebih tujuh bulan.

Pemberangkatan 650 prajurit Yonif 407/PK tersebut akan menggunakan KRI Teluk Ratai yang juga mengangkut prajurit Yonif 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa ke Kabupaten Nunukan menggantikannya menjaga pengamanan perbatasan di wilayah itu.

Ia memperkirakan waktu perjalanan sekitar satu minggu, dan diperkirakan tiba di Semarang pada 26 Mei 2013.

Selama menjalankan tugas negara itu, menjaga 29 pos perbatasan yang tersebar di Kabupaten Nunukan, Malinau, dan Kutai Barat, Ari Aryanto mengaku banyak mendapatkan pengalaman terutama dalam hal adat istiadat masyarakat di perbatasan.

Ia menyatakan para prajuritnya mampu menjalankan tugas menjaga wilayah perbatasan dengan baik, meskipun tidak seluruhnya sesuai keinginan masyarakat perbatasan.

Ari Aryanto berpandangan segala sesuatu yang dibebankan negara kepadanya senantiasa dijunjung tinggi sesuai instruksi yang telah diberikan dan mampu diimplementasikan di lapangan.

Terkait dengan sejumlah kasus yang ditemukan, kata dia, sebagian besar kasus penyelundupan minuman keras dari Malaysia serta penutupan arena sabung ayam di Bambangan, Pulau Sebatik, perbatasan dengan Negara Bagian Sabah Malaysia, beberapa bulan lalu.

Ia mengatakan apa yang dilakukan selama ditugaskan menjaga keamanan wilayah perbatasan, semata-mata demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak terlepas dari kerja sama seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan.

"Perjalanan kami sekitar satu minggu dan diperkirakan 26 Mei tiba di Semarang," katanya.   (*)

Editor: Amirullah
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar