Samarinda (ANTARA Kaltim) - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengumumkan pemenang sayembara karya tulis nasional 2013 tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (12/6).

Ketua Dewan Juri sayembara karya tulis nasional 2013 tingkat Provinsi Kaltim, Jafar Haruna di Samarinda, Senin, menyatakan pengumuman pemenang sayembara karya tulis terkait otonomi daerah itu akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Apkasi, Isran Noor di Swisbell Hotel Samarinda.

"Untuk sayembara karya tulis tentang otonomi daerah tingkat Provinsi Kaltim diumumkan pada 12 Juni 2013 di Swissbel Hotel Samarinda. Pengumuman itu akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Apkasi, Isran Noor," ungkap Jafar Haruna.

Proses seleksi lomba karya tulis tentang otonomi daerah tingkat Provinsi Kaltim yang diikuti 50 peserta dari tingkat SLTA dan 20 orang dari kalangan perguruan tinggi, kata dia, dimulai sejak Februari hingga April 2013.

"Para pemenang lomba tingkat provinsi akan dikompetisikan lagi di tingkat nasional yang akan diikuti peserta dari 33 provinsi se-Indonesia yang akan menyiapkan total hadiah Rp1 miliar," kata Jafar Haruna.

Juara tingkat provinsi, lanjut Jafar Haruna, akan mendapatkan hadiah masing-masing untuk Juara I Rp20 juta, Juara II Rp17,5 juta dan Juara III Rp15 juta.

Pada tingkat nasional, Juara I akan memperoleh hadiah Rp50 juta, Juara II Rp40 juta dan Juara III Rp30 juta.

Panitia juga akan menyiapkan hadiah juara harapan untuk tingkat nasional yakni Harapan I mendapatkan Rp25 juta, Harapan II Rp20 dan Harapan III Rp15 juta.

Sayembara karya tulis nasional 2013 yang digagas Ketua Umum Apkasi, Isran Noor, menurutJafar Haruna, dimaksudkan agar pemahaman tentang otonomi daerah berjalan sesuai undang-undang.

"Pada prinsipnya, lomba penulisan tentang otonomi daerah ini dimaksudkan agar masyarakat secara umum dapat memahami apakah hal itu sudah berjalan sesuai undang-undang atau belum. Jadi, lomba karya tulis yang digagas Ketua Umum Apkasi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Karya tulis tersebut diharapkan dapat menjadi masukan sebab pesertanya berasal dari kalangan akademisi baik mahasiswa maupun dosen," ungkap Jafar Haruna. (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar