Gubernur Kaltim Serahkan Piala Bergilir Asah Terampil

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memberikan piala kepada Juara Umum Pekan Daerah (Peda) KTNA VIII yakni Kabupaten Bulungan yang diwakili Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Bulungan, saat penutupan acara tersebut. (M Ghofar/ANTARA)

Berita Terkait
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyerahkan piala bergilir Kontak Tani dan Nelayan Andalan KTNA Kaltim kepada juara umum Asah Terampil dan Unjuk Tangkas kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Bulungan.

Penyerahan piala bergilir itu dilakukan gubernur di Samarinda, Senin, sebelum menutup Pekan Daerah (Peda) KTNA Kaltim yang dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai 7 hinga 10 Juni 2013.

Piala tersebut diterima Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Bulungan mewakili anggota KTNA Bulungan. Saat menyerahkan piala itu, gubernur didampingi Ketua KTNA Kaltim Andi Burhan Badurrahman dan Ketua Panitia Peda KTNA Kaltim Fuad Assadin.

Gubernur memberikan apresiasi penyelenggaraan Peda KTNA lantaran pesertanya mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan antusias.

Dia yakin pasti banyak manfaat yang didapat setelah mengikuti kegiatan tersebut, setidaknya mampu menjadikan petani - nelayan semakin dewasa dan semakin banyak informasi yang didapat guna mendukung komitmen mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.

Melalui KTNA, kata gubernur, diharap memotivasi pembangunan pertanian yang lebih maju, yakni melalui pengembangan usaha agrobisnis yang memiliki daya saing tinggi.

Menurutnya, saat ini petani di Kaltim masih mengelola lahan dengan cara tradisional. Untuk itu, pihaknya mengajak petani beralih menjadi petani modern dengan menggunakan teknologi pertanian.

Guna pemanfaatan teknologi pertanian, maka harus adanya dukungan pemerintah melalui SKPD terkait, yakni untuk memperkenalkan teknologi yang dikembangkan, termasuk pengadaannya.

Petani juga diminta berupaya meningkatkan produktivitasnya, baik di sub sektor pertanian, sub sektor peternakan, perkebunan, dan sub sektor lainnya sehingga kecukupan pangan di Kaltim dapat terwujud.

Para petani padi juga diminta tidak cepat puas dengan mampu panen tiga kali setahun, tetapi setelah itu adalah memikirkan bagaimana meningkatkan produktivitasnya melalui pemilihan varietas padi unggul.

Terkait ketersedian pupuk, ke depan diharapkan sudah tidak ada masalah karena di Kaltim memiliki pabrik pupuk terbesar di Indonesia, sehingga kekurangan pupuk tidak boleh terjadi. Untuk itu, dilakukan pemerataan dalam pendistribusian pupuk.  (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar