Gubernur Resmikan Pembangunan Sisi Udara BSB

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meletakan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru. (Humas Prov Kaltim/Fajar)

Berita Terkait
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Mimpi masyarakat Samarinda untuk memiliki bandara yang representatif akan segera terwujud menyusul kepastian pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB) Sei Siring yang akan dilakukan melalui pembiayaan investasi PT. Persada Investama  dengan kontraktor pelaksana PT. Hutama Karya.

Peletakan batu pertama pekerjaan konstruksi  dan perkerasan sisi udara BSB dilakukan oleh Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail, serta Direktur Utama PT.Persada Investama, Paul Tanudibroto  di lokasi pembangunan BSB Sei Siring, Senin (24/3).

Pada tahap awal pekerjaan  konstruksi dan perkerasan landasan pacu (runway) akan dikerjakan sepanjang 1.600 meter dengan lebar 45 meter. Tahap selanjutnya   akan ditambah menjadi 2.100 meter hingga akhirnya mencapai 2.500 meter.

Gubernur Awang Faroek Ishak   pada kesempatan tersebut kembali mengungkapkan obsesi besarnya untuk membangun jembatan  udara di Kaltim. Pembangunan Bandara Samarinda Baru adalah salah satu upaya untuk mewujudkan obsesi tersebut. Apalagi Samarinda, merupakan ibukota provinsi. Sehingga keberadaan sebuah bandara yang representatif tentu sangat diperlukan.

“Kaltim memiliki tujuh pusat pertumbuhan yang harus dihubungkan melalui jalur transportasi udara. Obsesi saya sebagai gubernur, kita harus membangun jembatan udara  yang mampu menghubungkan semua daerah di Kaltim. Penyediaan bandara yang representatif adalah pendukung utama mewujudkan hal tersebut,” kata Awang Faroek saat meresmikan pembangunan sisi udara BSB.

Balikpapan, Berau,Tarakan, Nunukan, Malinau,Bulungan, Kutai Timur, Kutai Barat, Bontang, Samarinda akan segera menyusul dengan BSB, semua sudah memiliki bandara yang baik. Selain itu, pembangunan bandara juga masih akan dilakukan di Kabupaten Paser, Muara Wahau di Kutai Timur dan Maratua di Kabupaten Berau.

Keberadaan bandara-bandara tersebut akan membantu terwujudnya jembatan udara di Kaltim. Secara keseluruhan tidak kurang dari 22 bandara yang tersebar di Kaltim. Keberadaan bandara tersebut harus didukung dengan maskapai penerbangan dengan rute penerbangan terjadual resmi dengan ijin Kementerian Perhubungan.

Khusus untuk Bandara Samarinda Baru yang pembangunan sisi udaranya baru saja dimulai, Gubernur Awang Faroek berharap, kelak rute penerbangan ke sejumlah provinsi dan dalam daerah di Kaltim dan Kaltara bisa dilakukan dari bandara ini.

Gubernur sangat yakin, pembukaan rute-rute penerbangan ke luar daerah dari Samarinda itu tidak banyak mengganggu aktifitas penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan yang selama ini menjadi bandara yang menghubungkan Balikpapan dengan daerah lain.

“Saya berharap nanti ada rute Samarinda-Surabaya, Samarinda-Pontianak, Samarinda-Kuching, Samarinda-Kinabalu dan Samarinda Singapura. Saya yakin itu tidak akan menganggu segmen Balikpapan,” ujar Awang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain mengungkapkan, selain runway sepanjang 1.600 meter,  untuk pekerjaan sisi udara juga akan dikerjakan taxiway sepanjang 2.000 meter dengan lebar 23 meter dan apron dengan luas 100 x 600 meter.

“Pekerjaan sisi udara runway 1.600 meter diprediksi akan rampung pada akhir 2015. Sehingga pada 2016, operasional  Bandara Temindung sudah bisa dipindahkan  Sei Siring,” imbuhnya.

Sementara itu untuk pekerjaan sisi darat, Zairin menyebutkan hampir seluruh pekerjaan sudah bisa dirampungkan. Terdiri dari terminal penumpang dengan luas kurang lebih  14.000 m2 dilengkapi 4 garbarata, 16 counter cek in, 3 bagasi cleam (pengambilan barang) dan 2 ruang lounc besar.

Sedangkan untuk bangunan diluar terminal terdapat tempat parkir yang mampu menampung hingga 1.000 unit kendaraan roda 4 dengan luas 30.000 m2. Di kawasan itu juga sudah dibangun perumahan karyawan sebanyak 21 unit (type 54 dan type 70), perkantoran yang bisa menampung 200 pegawai, bangunan kargo dengan luas 1.200 m2, tower setinggi 17 m, gedung meteorology, airport maintenent, apron service, kantin/restoran, medical centre, VIP room, bangunan pengolahan air limbah, bangunan pengolahan air bersih dan stasiun bahan bakar.

Direktur Utama PT. Persada Investama, Paul Tanudibroto di sela acara tersebut menegaskan, bahwa keseriusan pihaknya untuk menggelontorkan investasi senilai Rp1,4 triliun untuk pembangunan sisi udara BSB ini, sudah dilakukan melalui perhitungan bisnis yang matang. Menurut dia, prospek kerjasama ini sangat potensial dan akan sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

“Ini adalah bentuk nyata kerjasama public private partnership (PPP). Mereka membangun sisi darat dan kami membangun sisi udara. Nantinya kami akan menerima penghasilan secara terus menerus, meski  kami juga belum menghitung secara rinci soal itu hingga saat ini,” kata Paul Tanudibroto yang mengaku sudah berpengalaman melakukan kerjasama pembangunan sejumlah bandara di China.

Sedangkan kontraktor PT Hutama Karya, pun sudah berpengalaman membangun Bandara Internasional Lombok di Nusa Tenggara Barat dan Bandara Internasional Sultan Syarif  Kasim Pekanbaru. Jika Bandara Samarinda Baru beroperasi kelak, bandara ini akan mampu melayani tidak kurang dari 1,5 juta penumpang setiap tahun. (Humas Prov kaltim/sul).

 

Editor: Rahmad
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar