Jumat, 21 Juli 2017

Minimalisir Banjir Melalui Lomba Bersihkan Parit

id gemmpar, khiaril, marzuki, tanjung, parit
Minimalisir Banjir Melalui Lomba Bersihkan Parit
Salah satu kelompok peserta membersihkan parit di jalan Pramuka, Ahad (19/3). (Antara Kaltim / M Ghofar)

Samarinda, (ANTARA Kaltim) - Lomba membersihkan parit yang digelar oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dan komunitas Gemmpar, dinilai merupakan langkah sederhana namun dampaknya luar biasa karena dapat meminimalisir banjir seiring berkurangnya sumbatan.

   

"Kawasan Jalan Pramuka ini menjadi langganan banjir karena banyak sumbatan dalam parit. Dari ajang lomba membersihkan parit ini tentu akan dapat memperlancar arus air dan mengurangi banjir," ujar Kepala BWS Kalimantan III Arief Rachman di Samarinda, Ahad.

  

Hal itu dikatakan Arief ditemui setelah membuka Lomba Bersih-Bersih parit di Jalan Pramuka, Samarinda, Kalimantan Timur. Lomba ini hasil kerja sama BWS bersama komunitas Gerakan Merawat dan Menjaga Parit (Gemmpar) Samarinda.

   

Lomba ini digelar dalam rangkaian memperingati Hari Air Sedunia XXV 2017. Harapan dari lomba adalah untuk menyadarkan warga tidak membuang sampah dan limba ke parit, karena dari parit akan masuk sungai, sedangkan sungai merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lain.

   

Menurut Arief, lomba ini dikerjasamakan dengan Gemmpar karena selama ini Gemmpar merupakan satu-satunya komunitas yang aktif menjaga dan merawat sungai.

   

Bahkan dari aktivitas ini sudah terbukti memperlancar arus air sehingga ketika hujan, maka genangan air bisa ditekan seiring sudah banyaknya sumbatan yang berhasil diangkat oleh relawan Gemmpar.

   

Ia berharap aktivitas Gemmpar dapat diikuti warga lain baik di Samarinda maupun di seluruh Kalimantan, karena parit merupakan sarana vital yang mampu meminimalisir terjadinya banjir, mengingat aliran parit yang lancar bisa dipastikan tidak menciptakan genangan air.

   

Sementara Ketua Gemmpar Samarinda Khairil Marzuki Tanjung mengatakan selama ini pihaknya terus berupaya mencegah masuknya limbah/sampah ke sungai, sehingga ketika ada sampah di parit langsung diangkat dan dibuang ke tempat penampungan sementara (tps).

   

Menurutnya, Gemmpar bukan organisasi kemasyarakatan, tetapi Gemmpar merupakan komunitas pecinta lingkungan yang riil, yakni lingkungan parit sehingga tujuannya tidak mengambang, tetapi jelas mengarah pada perawatan parit.

   

"Dulu, ketika hujan deras, maka di kawasan Pramuka banjir di atas lutut dan lamanya empat jam. Tetapi setelah banyaknya relawan Gemmpar yang mengangkat sampah dan sedimentasi, bahkan menghilangkan sumbatan parit, maka kini ketinggian air hanya di bawah lutut dan hanya 30 menit lama banjir karena air sudah lancar mengalir," ujar entrepeneur Warnet ini.

   

Sementara dalam lomba membersihkan parit tersebut diikuti 25 kelompok peserta dari target 20 perserta. Sementara peserta simpatisan non peserta lomba berjumlah 10 kelompok sehingga total dalam kegiatan ini terdapat 35 kelompok.

   

Sebagai pemenang pertama adalah Kelompok RT 5 Sempaja Selatan, sehingga mereka mendapat hadiah Rp2 juta, juara kedua adalah komunitas Sahabat Samarinda dan mendapat hadiah Rp1,5 juta, juara 3 adalah kelompok Bismillah dan mendapat hadiah Rp1 juta.

   

Masing-masing kelompok lomba berjumlah lima orang. Sedangkan peserta non lomba tidak ditentukan jumlah pesonilnya. Semua peserta baik yang mendapat juara atau yang tidak, tetap mendapat penghargaan sembilan bahan pokok (sembako). *

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0132 seconds memory usage: 0.43 MB