Selasa, 28 Maret 2017

Warga Penajam Keluhkan Distribusi Air Bersih PDAM

id penajam, air bersih pdam, arbaya, distribusi
Penajam (ANTARA Kaltim) -  Warga di Kelurahan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengeluhkan sering terhambatnya distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum setempat.

Arbaya, warga Gang Rana Kelurahan Penajam saat ditemui di Penajam, Sabtu, mengatakan selama ini menerima distribusi air bersih dari PDAM hanya dua kali dalam sepekan.

"Saya dan warga lainnya terpaksa membeli air bersih di penjual air keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Sejumlah warga di Kelurahan Penajam bukan saja mengeluhkan distribusi air bersih, namun juga kualitas air bersih dari PDAM yang sering keruh berwarna merah, bahkan kecoklatan seperti bercampur tanah, sehingga tidak layak dikonsumsi.

Arbaya juga mengatakan jika air bersih dari PDAM mengalir hanya sekitar tiga jam mulai pukul 24.00 sampai 03.00 Wita. Bahkan, tidak jarang air bersih PDAM tidak mengalir selama dua pekan sampai tiga pekan, terutama pada musim kemarau.

"Saya dan warga lainnya terpaksa mengeluarkan uang sampai Rp50.000 hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih membeli di penjual air keliling, yang hanya bertahan selama sepekan," jelas Arbaya.

Warga Kelurahan Penajam berharap PDAM segera memperbaiki sisten pelayanan pendistribusian air bersih, sehingga bisa berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

"Kami berharap, kondisi seperti ini bisa cepat di atasi PDAM, karena warga terpaksa membeli air besih dari penjual air keliling untuk masak, minum dan mandi," ujar Agus, warga lainnya.

Kendati di sejumlah wilayah Penajam Paser Utara sudah terpasang jaringan pipa PDAM, namun untuk distribusi air bersih di Kecamatan Penajam sejauh ini belum maksimal.

Direktur PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara Taufik ketika dihubungi terpisah menyatakan PDAM hanya memilki satu sumber air baku, yakni Sungai Lawe-Lawe, sehingga produksi air bersih belum bisa maksimal.

"Karena sumber air baku hanya satu, produksi air bersih belum maksimal, terutama pada musim kemarau sumber air baku ikut mengalami kekeringan," tambahnya. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0167 seconds memory usage: 0.35 MB