Selasa, 23 Mei 2017

Biaya Jembatan Penajam-Balikpapan Naik 20 Persen

id penajam, jembatan, balikpapan-penajam, ded, plt kabag pembangunan ppu, nicko herlambang
Biaya Jembatan Penajam-Balikpapan Naik 20 Persen
Ilustrasi - Jembatan penghubung antara Penajam-Balikpapan (Ist)
Penajam (ANTARA Kaltim) -  Biaya proyek pembangunan jembatan tol di atas teluk Balikpapan, dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Melawai, Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, diperkirakan naik hingga 10 sampai 20 persen dari perhitungan awal Rp5,6 triliun.

Plt Kabag Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang, ssat dihubungi di Penajam, Kamis mengatakan, perencanaan teknis atau "detail engineering design (DED)" disesuaikan kondisi saat ini maka biaya pembangunan jembatan bisa naik.

Perencanaan biaya sebelumnya Rp5,6 triliun bisa naik sekitar 10 sampai 20 persen, karena harga material bangunan mengalami kenaikan, ujarnya.

Estimasi kenaikan biaya pembangunan jembatan setinggi 50 meter dari permukaan laut tertinggi mencapai 10 hingga 20 persen itu lanjut Nicko Herlambang juga dipengaruhi inflasi yang terjadi saat ini.

Pembangunan jembatan tol penghubung Kabupaten Penajam Paser Utara-Kota Balikpapan menurut dia, akan segera dilaksanakan.

"Proses administrasi pembangunan jembatan penghubung itu, saat ini sudah memasuki tahapan sidang kajian analisa mengenai dampak lingkungan," kata Nicko Herlambang.

Sidang amdal pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut dilakukan di Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur.

Nicko Herlambang menjelaskan pada presentasi amdal juga mengundang perwakilan LSM (lembaga swadaya masyarakat) dari Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

Selain itu, juga diundang lembaga dan mayarakat yang wilayahnya terkena dampak dari pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tersebut.

Dokumen kelayakan lingkugan dan perencanan teknis pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan sepanjang 5,4 kilometer dengan lebar 33 meter tambah Nicko Herlambang, sangat penting dan harus segera diselesaiakan.

"Kelayakan lingkungan dan perencanaan teknis itu menentukan layak tidaknya proyek jembatan tol penghubung dapat di lelang di Badan Pengelolaan Jalan Tol atau BPJT," katanya.(*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0126 seconds memory usage: 0.35 MB