Gubernur Panen Singkong Gajah di Muara Jawa

Muara Jawa (ANTARA Kaltim)  – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat melakukan panen singkong gajah di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara. Awal bulan ini saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, Gubernur Awang Faroek memulai kampanye gerakan menanam singkong di Kaltim dan ternyata di Kecamatan Muara Jawa, penanaman singkong lebih luas bahkan sudah memasuki masa panen.

“Program saya dalam gerakan menanam singkong ternyata serasi dengan program masyarakat Muara Jawa. Saya berterima kasih sekali, karena masyarakat Muara Jawa ternyata sudah jauh lebih maju. Di sini juga akan segera dibangun pabrik singkong. Ini luar biasa menurut saya,” puji Awang Faroek usai melakukan panen singkong gajah yang dikelola kelompok tani Sido Rukun. Senin (22/7).

Gerakan menanam singkong terus dikampanyekan gubernur karena komoditas pertanian yang satu ini nampaknya juga memiliki prospek yang sangat cerah di masa depan dan diyakini akan membantu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani. Singkong memiliki potensi penjualan yang masih sangat terbuka di dalam negeri, maupun di luar negeri.

Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan lain yang memiliki nilai tambah. Diantaranya diolah menjadi tepung mocaf maupun menjadi bioethanol. Bibit dan ampas singkong  juga masih sangat potensial untuk dijual. Sebab itu lanjut   gubernur, sangat tepat jika kemudian masyarakat atau para petani juga melakukan penanaman singkong tersebut.

Gubernur Awang Faroek juga mengingatkan jajarannya agar membantu eksistensi para pengusaha dan kelompok-kelompok tani singkong. Dia minta, pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara juga memberi perhatian besar untuk pengembangan singkong gajah ini.

“Pemkab Kutai Kartanegara harus mendukung pengembangan pertanian singkong gajah ini karena sudah pasti akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau sekarang lahannya masih puluhan hektar, nanti Pemkab bisa bantu kan Bapak Wakil Bupati (HM Ghufron),” ujar Awang, berharap dukungan Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM Ghufron yang menyertai kunjungan gubernur.
            
Dukungan juga diharapkan Gubernur Awang Faroek dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Kecamatan Muara Jawa dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan bibit singkong atau bantuan bibit lainnya.

“Pak Camat tolong gerakkan terus kampanye menanam singkong ini. Saya akan tunggu cerita-cerita sukses lainnya setelah ini,” seru Awang.
            
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kaltim H Ibrahim mengungkapkan, lahan pertanian singkong yang dipanen Senin kemarin adalah 64 hektarer dari 90 hektar lahan singkong yang  dikelola. “Singkong yang dipanen ini berusia antara 7 hingga 11 bulan. Sedangkan sisanya yang belum dipanen masih berusia 1 hingga 7 bulan,” jelas Ibrahim.
            
Kabar menggembirakan bagi petani karena hasil pertanian singkong mereka siap ditampung oleh salah satu perusahaan yakni PT Anugrah Prima Abadi yang akan segera mendirikan pabrik singkong di Muara Jawa. Pabrik yang akan dibangun berkapasitas 60 ton perhari dan luasan hektar yang diperlukan untuk penanaman singkong untuk memenuhi kapasitas pabrik ini seluas 200 hektare.
            
Ibrahim menambahkan, untuk kampanye gerakan menanam singkong, tahun ini Dinas Pertanian Kaltim setidaknya sudah menyalurkan bantuan bibit singkong kepada masyarakat tidak kurang dari 10.000 bibit singkong. “Ke depan kita akan terus menambah bantuan bibit ini agar masyarakat lebih tertarik untuk menanam singkong,”  ujar Ibrahim.

Direktur PT Anugerah Prima Abadi, Lukman Hakim yang hadir dalam panen perdana singkong gajah tersebut menegaskan pihaknya siap menampung hasil panen singkong masyarakat karena pasar ekspor singkong ke sejumlah negara masih sangat terbuka.
            
“Saat ini kami sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan China untuk pengiriman produk singkong berupa gaplek. Permintaan masih sangat tinggi,” kata Lukman.
           
Bukan hanya membangun pabrik pengolahan singkong menjadi gaplek yang diekspor ke China, jika luasan singkong tertanam mencapai 3.000 hektare, Lukman menyebut pihaknya siap membangun satu pabrik lagi untuk pengolahan tepung tapioca. Satu pohon singkong gajah yang dipanen gubernur Senin kemarin menghasilkan umbi berat 30 kg,  di lokasi yang sama, Gubernur Awang Faroek juga melakukan penanaman singkong. (Humas Prov Kaltim/Sul).