BPJS Samarinda Sosialisasikan Program JKN

Samarinda (ANTARA Kaltim) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Cabang Kota Samarinda, terus menyosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional yang diberlakukan sejak 1 Januari 2014.

"Selain manfaat yang tidak kalah penting untuk diketahui masyarakat adalah apa makna prinsip dari JKN itu sendiri, di mana salah satunya adalah sebagai solidaritas atau subsidi silang antara sesama anggota," kata Kepala Cabang BPJS Samarinda Endang Diarty, Jumat.

Solidaritas atau kegotong-royongan menurut Endang Diarty adalah bahwa anggota yang sehat yang tidak menggunakan premi secara tidak langsung membantu anggota yang sakit dan membutuhkan.

Terkait kepesertaan, selain PBI (Penerima Bantuan Iuran), TNI/POLRI, PNS, JPK Jamsostek, JKN kata Endang Diarty juga terbuka untuk perorangan.

"Dalam hal ini, peserta bersangkutan akan dikenakan premi sesuai fasilitas kelas layanan rumah sakit, yaitu masing-masing kelas I sebesar Rp59.500 per bulan/jiwa, kelas II sebesar Rp42.500 per bulan /jiwa dan kelas III Rp25.500 per bulan/jiwa.

Persyaratan lain lanjut dia yakni, KTP, KK, pas poto ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar serta surat nikah.

"Formulir permohonan dapat diminta pada petugas di kantor BPJS di Jalan A.Wahab Syahrani Samarinda dan setelah diisi kemudian dilengkapi dengan persyaratan data tersebut di atas," ujar Endang Diarty.

Sedangkan untuk pembayaran premi lanjut Endang Diarty, dapat dilakukan di tiga unit lembaga perbankan yang telah ditunjuk BPJS yang BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

"Pada tahap awal, pembayaran premi adalah satu bulan namun untuk ke depan bisa per tiga bulan atau satu tahun," katanya.

"Dengan membayar per tiga bulan atau langsung satu tahun akan lebih mempermudah karena bila dihitung jumlahnya juga relatif kecil," ungkap Endang Diarty.

Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh JKN menurut Endag Diarty adalah, pelayanan kesehatan tingkat pertama yang mencakup pelayanan pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis.

"Tindakan medis nonspesialistik baik operatif maupun nonoperatif, pelayanan obat dan bahan medis habis pakai, transfusi darah, pemeriksaan laboraterium tingkat pertama dan rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi. Rumah sakit rujukan pelayanan JKN adalah RS.AW Syahrani dan RS.IA.Moeis," kata Endang Diarty.  (*)