LSM kritis diminta beri saran dan solusi

Samarinda (ANTARA Kaltim) - Persoalan banjir di Samarinda mendapat perhatian serius Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak untuk segera diselesaikan. Gubernur sangat yakin bahwa penyelesaian persoalan banjir ini tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan komitmen serius seluruh warga kota.  

Dengan kesadaran itulah, pada 1 April mendatang, Gubernur Awang Faroek Ishak berencana mengundang seluruh komponen masyarakat yang peduli terhadap persoalan banjir untuk duduk bersama membahas solusi terbaik demi menuntaskan persoalan banjir yang sudah menjadi langganan di ibukota provinsi ini.

Acara yang digagas gubernur tersebut akan diberi tajuk rembuk rakyat untuk menyelesaikan persoalan banjir di Samarinda. Dan berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang sering dilaksanakan sebelumnya, rembuk rakyat kali ini akan digelar di sekitar Folder Air Hitam Samarinda, bukan di Pendopo Lamin Etam atau di gedung-gedung megah di Samarinda.

"Saya tidak mau acara ini digelar di Lamin Etam atau di gedung. Saya banyak dikritik, mengapa rakyat tidak pernah diikutsertakan? Rembuk rakyat ini saya maksudkan bahwa tidak ada batasan sosiologis diantara kita. Rakyat silahkan menyampaikan pendapat. Pejabat hingga lurah, bersama masyarakat dan LSM mari berkumpul di Polder Air Hitam. Kita tuntaskan permasalahan banjir ini," kata Awang Faroek di sela peletakan batu pertama pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB) Sei Siring, Senin (24/3).

Untuk acara ini akan dihadirkan ahli-ahli tata kota dan ahli penanganan banjir yang akan berbagi informasi tentang langkah-langkah yang tepat untuk penanganan banjir di kota ini. Dalam forum nanti, masyarakat akan dipersilahkan untuk menyampaikan gagasan dan pendapat terkait persoalan banjir ini.

Gubernur berharap agar organisasi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang merasa peduli terhadap kota dan daerah ini tidak hanya pandai menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan solusi terbaik untuk penanganan banjir. Sebab itu, gubernur sangat berharap kehadiran organisasi-organisasi tersebut untuk mendiskusikan persoalan ini dengan pikiran jernih.

"Saya berharap rembuk rakyat ini akan menghasilkan rekomendasi yang brilian bagi pemerintah agar permasalahan banjir di ibukota provinsi Kalimantan Timur ini bisa segera dituntaskan," harap gubernur. (Humas Prov Kaltim/sul)