Pelatihan "Fire and Rescue" PT Berau Coal berakhir

Tanjung Redeb (ANTARA News Kaltim) - Pendidikan dan pelatihan dasar "fire and rescue" selama 26 hari yang diadakan PT Berau Coal bekerja sama dengan PT Bara Jaya Utama (BJU) dan PT Pasific Prima Coal (PPC) berakhir Rabu (4/7), dengan meluluskan 13 peserta pelatihan.

"Tujuan dari pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan dasar tentang fire and rescue serta fisik yang memadai bagi tim tanggap darurat sebagai kesiapan merespon keadaan darurat area kerja masing masing," ungkap Gatot Budi Kuncahyo, Kepala Tekhnik Tambang PT Berau Coal , Kamis.

Melalui pelatihan tersebut mampu membina peserta didik untuk lebih disiplin dan mamou merespon setiap pangilan, baik diarea kerja maupun di luar lingkup perusahaan tempat kerja," Syukur alhamdulillah semua peserta lulus,semoga kemampuan bermanfaat ketika terjadi keadaan darurat yang memerlukan pertolongan secepatnya," lanjut Gatot.

Program pelatihan ini diharapkan berlangsung berkesinambungan di waktu mendatang yang memfokuskan pada pengembangan kemampuan, skillpersonel, skill improvement dan dapat terpenuhi selama proses bekerja.

"Kami mengapresiasi keikutsertaan PT BJU dan PT PPC dalam pelatihan ini, di pelatihan mendatang diharapkan pesertanya lebih banyak lagi dan diikuti seluruh perusahaan tambang di Berau ," tambah Farhan Soeprapto Humas PT Berau Coal.

Sampai saat ini Kabupaten Berau belum memiliki tim tanggap darurat bencana darahm namun perusahaan memiliki komitmen dengan Pemkab membentuk tim tanggap darurat bencana daerah.

"Kami siap mewujudkan tim itu, PT Berau Coal siap mengakomodasinya sehingga Berau bisa memiliki tim tanggap darurat yang berisikan relawan dari perusahaan yang ada,' katanya.

Dari fihak perusahaan PT PPC Andi Hasnawi, menyebutkan fihak perusahaan berkomitmen mewujudkan harapan PT Berau Coal , agar di Berau memiliki tim tanggap darurat bencana.

"Kami sangat ingin membentuk tim Emergency Response Team (ERT), karena selain berguna menangani masalah insiden di tempat kami sendiri juga bisa memberikan kontribusi kepada jika terjadi bencana," katanya.

Dia menekankan agar pelatihan ini sering dilakukan, intensitas latihan ditingkatkan maka secara tidak langsung meningkatkan kemampuan yang dimiliki peserta pelatihan.  (*)